Teknologi Kota Cerdas Nusantara dan Keamanan Siber

Ibu Kota Negara bernama Nusantara (selanjutnya disebut Ibu Kota Nusantara, IKN) adalah satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus setingkat provinsi yang wilayahnya menjadi tempat kedudukan Ibu Kota Negara. Hal ini ditetapkan dan diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022. UU ini mengatur mengenai IKN dan pelaksanaan pemerintahannya yang dilaksanakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara. IKN memiliki visi sebagai kota dunia untuk semua yang dibangun dan dikelola dengan tujuan untuk:

  1. menjadi kota berkelanjutan di dunia;
  2. sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan; dan
  3. menjadi simbol identitas nasional yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia
Peta Delineasi Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Negara

Terdapat Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 yang diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2023. Perubahan yang diatur dalam UU ini antara lain mengenai luas wilayah daratan dan lautan, kewenangan Otorita Ibu Kota Nusantara, penataan ruang Ibu Kota Negara, pendanaan dan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja, dan lain-lain. Demikian sekilas mengenai IKN dan UU yang menjadi payung hukumnya. Selanjutnya kita akan membahas mengenai Teknologi Kota Cerdas di IKN.

Referensi

  1. Indonesia. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6766. Sekretariat Negara. Jakarta.
  2. Indonesia. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 142, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6898. Sekretariat Negara. Jakarta.
  3. Lampiran II Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
  4. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. 2021. Buku Saku Pemindahan Ibu Kota Negara. Jakarta.
  5. Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN. 2023. Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara. Jakarta

Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara

Dalam Kerangka Konseptual, cetak biru ini menyajikan Indikator Pembangunan Nusantara yang mencakup berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prinsip Kota Cerdas dan Persona Kota Cerdas membahas filosofi dan karakteristik yang mendefinisikan kota cerdas, dengan fokus pada inovasi, keberlanjutan, dan keterlibatan masyarakat.

Solusi Inovatif Kota Cerdas Nusantara adalah bagian penting dari cetak biru ini, yang mencakup area seperti Smart Governance, Smart Transportation and Mobility, Smart Living, Smart Natural Resource and Energy, Smart Industry and Human Resources, serta Smart Built Infrastructure and Environment. Masing-masing area ini diperiksa secara rinci, menunjukkan bagaimana teknologi canggih dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi operasional di kota.

Sampul Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara

Selanjutnya, Teknologi Kota Cerdas Nusantara menyediakan analisis mendalam tentang berbagai teknologi yang diterapkan, mulai dari Teknologi Utama Kota Cerdas seperti jaringan telekomunikasi, data center, dan cybersecurity, hingga Teknologi Pendukung Kota Cerdas seperti Internet of Things (IoT), autonomous driving, dan Urban Air Vehicle (UAV). Bagian ini juga mengeksplorasi Teknologi Komputasi Kota Cerdas, termasuk Artificial Intelligence (AI), Digital Twin, dan teknologi biometrik.

Dari tiga Bab pembahasan dalam cetak biru tersebut, kita akan membahas mengenai Bab IV yang membahas teknologi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa IKN akan menerapkan teknologi yang berhubungan dengan Kamsib, nih sob! Yakni jaringan telekomunikasi, data center, dan cybersecurity, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan teknologi biometrik.

Teknologi Kota Cerdas Nusantara

Ini merupakan konsep penerapan teknologi cerdas di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan melibatkan teknologi secara inovatif, efektif dan efisien. Teknologi Kota Cerdas Nusantara mengintegrasikan infrastruktur fisik, kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan dalam kawasan IKN sehingga mendorong kesejahteraan perekonomian, efisiensi energi, mengurangi jejak karbon, meningkatkan pelayanan publik serta kualitas hidup warga IKN.

Teknologi Utama Kota Cerdas

Komponen utama teknologi kota cerdas adalah komponen-komponen yang menjadi tulang punggung atau fondasi bagi pembangunan kota cerdas. Komponen utama ini saling terkait dan terintegrasi serta diimplementasikan di seluruh domain pembangunan kota cerdas IKN. Komponen-komponen ini meliputi jaringan telekomunikasi, data center, high performance computing, integrated command and control center, dan keamanan siber (cybersecurity).

  • 4.1.1. Jaringan Telekomunikasi
  • 4.1.2. Data Center
  • 4.1.3. High Performance Computing
  • 4.1.4. Integrated Command and Control Center (ICCC)
  • 4.1.5. Keamanan Siber (Cybersecurity)
  • 4.1.6. Smart Grid
  • 4.1.7 API Gateway

Teknologi Pendukung Kota Cerdas

Komponen teknologi pendukung kota cerdas adalah komponen-komponen yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan teknologi kota cerdas. Komponen-komponen ini meliputi Internet of Things (IoT), Autonomous Driving, Urban Air Vehicle, Interactive Display, dan Smart Pole.

  • 4.2.1. Internet of Things (IoT)
  • 4.2.2. Autonomous Driving 
  • 4.2.3. Urban Air Vehicle (UAV)
  • 4.2.4. Interactive Display
  • 4.2.5. Smart Pole
  • 4.2.6. Artificial Intelligence 
  • 4.2.7. Digital Twin 
  • 4.2.8. Computer Vision 
  • 4.2.9. Geo-Analytics 
  • 4.2.10. Teknologi Biometrik 
  • 4.2.11. Blockchain 
  • 4.2.12. NLP, Pengenalan Suara dan Asisten Suara 
  • 4.2.13. Robotic Process Automation (RPA) 
  • 4.2.14. Extended Reality 
  • 4.2.15. Vehicle to Ecosystem 
  • 4.2.16. Bioteknologi 
  • 4.2.17. Metaverse
API Gateway “Satu Nusantara”

Keamanan Siber (Cyber Security)

Keamanan Siber atau Cyber Security adalah aspek penting dalam pengembangan kota cerdas. Cyber Security merujuk pada serangkaian strategi, teknologi, dan prosedur yang dirancang untuk melindungi infrastruktur, jaringan, dan data dari serangan siber.

Aspek penting dari keamanan siber di IKN mencakup perlindungan infrastruktur kritis seperti sistem transportasi, jaringan listrik, dan fasilitas air. Ini penting karena infrastruktur tersebut menjadi target utama bagi pelaku serangan siber. Selain itu, keamanan data menjadi krusial mengingat kota cerdas mengumpulkan dan menganalisis data besar dari berbagai sumber, termasuk sensor, kamera, dan perangkat IoT. Penting juga untuk mengelola akses dan identitas serta meningkatkan kesadaran keamanan siber di antara karyawan pemerintah dan warga untuk mencegah serangan siber seperti phishing dan malware.

Keamanan dalam pelaksanaan kota cerdas adalah sebuah upaya dalam menjaga data dan informasi dalam pemerintahan. Dalam melaksanakan pengamanan siber tersebut, terdapat beberapa prinsip utama yang melandasi kerangka konseptual keamanan siber dimaksud, yaitu sebagai berikut:

  1. Kerahasiaan: pencegahan penyingkapan informasi kepada pihak yang tidak memiliki hak terhadap informasi tersebut;
  2. Integritas: pencegahan perubahan informasi oleh pihak yang tidak memiliki otoritas untuk mengubah informasi tersebut;
  3. Otentikasi: informasi harus tersedia ketika dibutuhkan;
  4. Ketersediaan: informasi harr.rs tersedia ketika dibutuhkan; dan
  5. Nir-penyangkalan: pihak-pihak yang terlibat tidak dapat menyangkal di hari kemudian.

Cyber Security Framework

Prinsip tersebut kemudian diejawantahkan ke dalam cyber security framework atau kerangka kerja keamanan siber. Konsep tersebut merujuk pada cyber security framework NIST yang menggambarkan lima fungsi dalam siklus keamanan siber, yaitu identify, protect, detect, respond, dan recover. Kelima fungsi ini telah kita bahas di artikel sebelumnya, Mengenal Tata Kelola Keamanan Siber.

Kerangka kerja keamanan siber untuk infrastruktur kota pintar Nusantara membutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan semua mitra ekosistem. Untuk itu diperlukan pendekatan yang beragam, menggabungkan solusi teknis konvensional dengan intervensi sistemik, strategi proaktif, dan kerangka peraturan.

  1. Solusi Teknis Konvensional
  2. Keamanan-berdasarkan-Desain
  3. Pembentukan Tim Keamanan Khusus
  4. Pelatihan dan Pendidikan Lanjutan
  5. Tindakan Penegakan dan Pengaturan
  6. Pendekatan Pencegahan

Demikian sedikit pembahasan mengenai Teknologi Kota Cerdas Nusantara dan Keamanan Siber. Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih mendalam lagi mengenai keamanan siber yang akan diterapkan di IKN.

Leave a Reply